Senin, 20 Juli 2009

AKU MALU!!!

Dalam diam yang begitu hening
Ku tersadar dari semua khilafku
Yang telah terlalu dalam menguburku
Dalam kubangan hina penuh dosa
Yang telah membutakan mata dan hatiku
Yang buatku lupa akan adanya Sang Pencipta
Yang telah begitu sayang padaku yang hina ini

Jujur aku malu!
Sangat malu!
Dan terlampau malu!
Untuk mengingat kelakuanku yang begitu hina
Yang tak pernah merasa cukup dengan semua nikmat
Yang telah dikaruniakan padaku

Aku yang terlalu tamak akan semua ini
Dan tak pernah puas untuk bisa bersyukur
Telah buta dengan kenikmatan dunia
Yang hanya bersifat sementara
Dan yang harus selalu diingat
Tak akan pernah abadi

Mulai dari sekarang aku kan berusaha
Tuk jadi yang terbaik
Aku bertekat tuk jadi seorang yang lebih baik
Aku kan mulai dari saat ini
Dan aku kan berusaha sampai kapanpun
InsyaAllah

Rabu, 03 Juni 2009

YANG TAK TERLUPAKAN

Dia selalu hadir dan membayangiku
Hingga ku tak dapat melupakannya
Sebenarnya siapakah dia?

Dia selalu hadir
Dan membayangiku
Mengisi ruang jiwaku
Hingga penuh tanpa celah

Dia begitu manis dan baik hati
Dia juga perhatian padaku
Mungkun aku tak akan dapat
Melupakannya....

KERISAUAN

Hatiku terasa tak menentu
Kadang bahagia
Kadang Berduka

Dunia ini fata morghana
Yang selalu membelenggu kita
Setiap melangkah untuk suatu tujuan
Kerisauan selalu datang melanda

Kerisauan....
Kenapa kau memilih aku?
Kenapa harus aku!
Dan....
Harus bagaimanakah aku?

Tuhan....
Tolong aku
Lepaskan aku dari kerisauan
Yang terus membelenggu

KEBAHAGIAAN

Ramainya suasana
Gelak tawa mereka
Hanya membuatku iba
Tak membuatku bahagia

Di manakah kebahagiaan itu?
Mengapa aku tak dapat menemuinya?
Apalagi merasakannya!

Kebahagiaan....
Kapankah kau berpihak kepadaku
Kapan kau menghampiriku
Kau ku nanti sepanjang hari

Kebahagiaan....
Di mana kau sekarang
Sekian lama ku menunggu
Tapi kau tak jua tiba

Di manakah kau kebahagiaan
Kebahagiaan sejati
Kebahagiaan hakiki
Kebahagiaan abadi

IBU

Seseorang memandangku
Penuh kasih sayang
Menatap penuh senyuman
Dengan wajahnya yang menawan

Seorang anak menghampirinya
Anak itu menatapnya manja
Sembari memanggilnya
IBU

Wanita itu tersenyum
Wajahnya begitu indah
Memancarkan kebahagiaan
Yang tak ternilai harganya

Ibu....
Terima kasih
Atas segala jasamu
Yang kau berikan untukku

TAHUN BARU PENUH DUKA

Riuhnya tiupan terompet
Memekakkan telinga
Memecah kesunyian malam ini

Besar-kecil, tua dan muda
Semuanya bergembira
Menyambut kedatangan
Tahun yang baru ini

Tapi....
Tidak untuk tahun ini
Bencana terjadi di mana-mana
Mulai dari desa sampai ke kota
Mulai dari banjir hingga stunami
Menambah luka di hati

Tahun baru penuh duka
Membawa tangis dan air mata

Minggu, 03 Mei 2009

TAK KU SANGKA

Jika langit bisa mendung
Akupun bisa murung

Jika langit bisa menitikkan gerimis
Akupun bisa menitikkan air mata

Jika langit bisa berwarna cerah
Aku tak tau apakah aku bisa gembira

Karna semua ini membuatku tersiksa
Hingga nyaris menghilangkan senyum alamiku
Bahkan mungkin senyum itu telah hilang
Ditelan keadaan yang tak sedikitpun peduli
Akan perasaan yang tersiksa ini

Aku tak pernah menyangka
Semua ini akan terjadi padaku
Aku juga tak pernah berharap
Semua ini terjadi
Apalagi terjadi kepadaku
Sungguh aku tak mau

Aku hanya bisa berharap
Keadaan ini hanya sementara
Tak untuk selamanya
Dan segera berakhir
Sesegera mungkin
Amien.......